Minggu, 13 Mei 2012

BAB 1


A.    Latar Belakang Masalah
Masyarakat global saat ini secara serius dihadapakan pada pengaruh system nilai sekuler dan materialis. Semua lapisan masyarakat, baik orang tua, pendidik, kini tengah menghadapi dilemah besar dalam pendidikan, yaitu “tentang bagaimana cara terbaik untuk mendidik generasi muda dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan global di masa mendatang”.
Permasalahan yang ada dalam dunia pendidikan formal bertambah dari tahun ke tahun.Salah satu permasalahan utama yang dihadapi bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan formal pada setiap jenjang pendidikan.Disisi lain terjadinya degradasi moral. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, namun demikian  mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti.
Tak dapat dipungkiri  sebagai fakta sejarah, kebijakan pendidikan nasional  kita  adalah pesan atau perintah Undang-Undang Dasar untuk “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Pendiri Negara ini menyadari bahwa tanpa kecerdasan tujuan  hidupmanusia tidak akan tercapai. Tujuan  hidupyang dimaksud    adalah  untuk  mengabdi  kepada  Tuhan  (sebagai pengamalan sila pertama Dasar Negar) dengan harapan mendapatkan kesenangan hidup kelak yaitu masuk surga. Hal ini sesuai dengan  harapan-harapan yang senantiasa dipanjatkan dalam doa-doa mereka, sebagaimana  Allah penciptanya menyingkap dalam firmannya :
وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya :
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".(QS.  Al- Baqarah 201)
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
Tanggung jawab pendidik adalah membentuk peserta didik menjadi manusia kreatif, berdisiplin, bermotivasi tinggi, mandiri dan tegar menghadapi tantangan di era yang semakin kompetitif.Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan haruslah ditangani oleh orang yang benar-benar dipersiapkan untuk itu.
Manajemen pendidikan harus dibenahi, profesionalisme guru perlu ditingkatkan dan mental serta moral anak didik mutlak harus dibina.Untuk mencapai hal tersebut, peran guru sangat diperlukan. Guru bertanggung jawab untuk mendidik dan membimbing muridnya. Karena itu, guru harus memiliki sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan dasar dalam melaksanakan tugasnya, di antaranya menyusun roster pelajaran.
Oleh karena Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan hal yang mendasar bagi suatu bangsa, karena merupakan faktor utama yang mempercepat terjadinya proses perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan dan kemajuan suatu bangsa ditandai dengan kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologinya dalam pembangunan di segala bidang khususnya bidang pendidikan. Allah pencipta manusia menisyaratkan hal itu dengan firmannaya :
ياَ مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالإنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ فَانْفُذُوا لا تَنْفُذُونَ إِلا بِسُلْطَانٍ
Artinya :
Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (QS. Ar Rahman (55) :33)
Untuk menembus penjuru langit dan bumi diperlukan Ilmu Pengetahuan  dan Teknologi sebagai kekuatan. Melihat pentingnya Ilmu Pengetahuan  dan Teknologi untuk kemajuan suatu bangsa, maka sekolah harus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya mutu pendidikan matematika yang merupakan landasan dan kerangka pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kementrian  Pendidikan Nasional  memberi penekanan yang serius terhadap pendidikan matematika di berbagai tingkat pendidikan, sejak Sekolah Dasar (SD) sampai Universitas. Walaupun peradaban manusia berubah dengan pesat, namun bidang matematika terus relevan dan menunjang pada perubahan.Matematika merupakan subjek yang sangat penting di dalam sistem pendidikan di seluruh negara di dunia ini. Negara yang mengabaikan pendidikan matematika sebagai prioritas utama akan tertinggal dari segala bidang, dibanding dengan negara-negara lainnya yang memberikan tempat bagi matematika sebagai subjek yang sangat penting.
Tujuan pembelajaran matematika adalah terbentuknya kemampuan bernalar pada diri siswa yang tercermin melalui kemampuan berpikir kritis, logis, sistematis dan memiliki sifat objektif, jujur, disiplin dalam memecahkan  suatu permasalahan baik dalam bidang matematika, bidang lain, maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Matematika merupakan sarana berpikir ilmiah yang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan cara berpikir logis dan sistimatis, matematika juga merupakan pengetahuan dasar yang dapat menunjang keberhasilan siswa dalam belajar pada pendidikan yang lebih tinggi. Bahkan matematika diperlukan oleh semua orang dalam kehidupan sehari-hari.
Matematika dalam perkembangannya tidak hanya dirasakan penting dalam ilmu pengetahuan eksakta, namun juga dalam bidang ilmu pengetahuan sosial. Oleh karena itu pada kehidupan dewasa ini matematika memegang peranan yang sangat penting maka dari itu prestasi belajar matematika pada setiap jenjang pendidikan harus mendapat perhatian dan mencari upayapositif untuk meningkatkannya.
Upaya peningkatan prestasi belajar matematika dapat dilakukan dengan memperbaiki pengajaran, pengelolaan  pembelajaran, dan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar. Maka penelitian ini mengidentifikasi sebahagian faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar matematika dengan melihat perbedaan prestasi yang dicapai. Salah satu faktor yang dimaksud adalah waktu belajar matematika yang tepat yang diatur dalam jadual jam pelajaran di sekolah.
Begitu pentingnya waktu, sampai Allah bersumpah dengan waktu. Wal `ashr, demi masa, kata Allah dalam surat al-Ashr. Betapa Allah juga mementingkan waktu melalui sumpahnya yang lain dengan menggunakan satuan waktu yang lebih beragam. Misalnya, walfajri, demi waktu fajar (al-Fajr:1), wadhdhuha, demi waktu dhuha (Adh-Dhuha:1), wallaili, demi waktu malam (asy-Syams:3), wannahari, demi waktu siang (asy-Syams: 4). Waktu dhuha adalah waktu-waktu  jam pelajaran awal sedangkan waktu siang      ( wannahari) adalah waktu-waktu jam pelajaran akhir.
Sesungguhnya di balik perhatian Allah terhadap waktu terdapat pesan penting buat manusia, yaitu agar mereka juga memperhatikan dan mempergunakan waktu sebagaimana mestinya, ada waktu untuk bekerja, belajar, dan beristrahat serta memaksimalkan dengan beribadah secara total dan ikhlas kepada Allah SWT.
Menurut Sujanto bahwa pelajaran yang berat (membutuhkan konsentrasi tinggi) sebaiknya diberikan pada pagi hari dan yang ringan diberikan pada sesudah anak payah (siang hari). (Sujanto; 2006 : 94) Waktu yang tepat bagi siswa adalah waktu dimana siswa merasa siap untuk belajar dan memiliki semangat yang kuat untuk mengikuti pelajaran.  PBM yang dilaksanakan pagi hari cenderung berdampak baik pada motivasi dan semangat siswa dibandingkan PBM pada siang hari.
Tahun 2009, Ekha Satriani Syackhrani membuktikan bahwa terdapat perbedaan tingkat hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Palopo yang belajar pada jam pelajaran awal dan siswa yang belajar pada jam pelajaran akhir.
Oleh  karena  itu  penulis  merasa  perlu  untuk  melakukan  penelitian  yang berjudul : ” Perbedaan Antara Prestasi Belajar Matematika Siswa Yang Belajar Pada Jam Pelajaran Awal dan Siswa Yang Belajar Pada Jam Pelajaran Akhir (Studi Pada Kelas X MAN Binamu)
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, maka masalah yang diteliti dalam penelitian ini dikemukakan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
1.      Seberapa besar tingkat prestasi belajar matematika pada siswa kelas X MAN Binamu tajaran 2011/2012 yang belajar matematika pada jam pelajaran awal ?
2.      Seberapa besar tingkat prestasi belajar matematika pada siswa kelas X MAN Binamu tajaran 2011/2012 yang belajar matematika pada jam pelajaran akhir ?
3.      Apakah ada perbedaan tingkat prestasi belajar matematika siswa kelas X MAN Binamu tajaran 2011/2012 belajar matematika pada jam pelajaran awal dan jam pelajaran akhir ?
C.    Tujuan Penelitian
Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk menemukan jawaban atas perrtanyaan-pertanyaan pada bagian rumusan masalah. Tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui tingkat prestasi belajar matematika pada siswa kelas X MAN Binamu tahun ajaran 2011/2012 yang belajar matematika pada jam pelajaran awal.
2.      Untuk mengetahui tingkat prestasi belajar matematika pada siswa kelas X MAN Binamu tahun ajaran 2011/2012  belajar matematika pada jam pelajaran akhir.
3.      Untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan tingkat prestasi  belajar matematika siswa kelas X MAN Binamu tahun ajaran 2011/2012  yang belajar matematika pada jam pelajaran awal dan jam pelajaran akhir.

D.    Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian di atas maka manfaat hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
  1. Bagi peneliti menyampaikan informasi tentang perbedaan prestasi siswa yang belajar pada jam pelajaran awal dengan siswa yang belajar pada jam pelajaran akhir, sehingga lahirlah suatu tulisan yang lebih baik, lebih lengkap dan lebih bermutu.
  2. Bagi guru bidang studi khususnya matematika  dapat menjadikan waktu awal  sebagai salah satu  waktu yang tepat  dalam proses belajar mengajar.
  3. Bagi siswa dapat memberikan  keterampilan, bertanggung  jawab pada setiap tugasnya, mengembangkan kemampuan berfikir dan berpendapat positif, dan memberikan bekal untuk menghargai waktu dengan orang lain baik dalam belajar maupun dalam masyarakat.
  4. Bagi Sekolah diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat dalam upaya pengembangan mutu dan prestasi belajar, sekaligus sebagai bahan  pertimbangan dalam mengalokasikan jam pelajaran matematika dengan tepat dan efisien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar