Selasa, 19 Juni 2012



1.                                                                            Pengaruh Waktu Terhadap Prestasi  Belajar Matematik
2.                                                                            a) Ketepatan waktu
3.                                                                            b) Banyanya waktu (lama)
4.                                                                                        Waktu adalah kehidupan. Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan kehidupan. Begitu pentingnya waktu, sampai Allah bersumpah dengan waktu. Wal `ashr, demi masa, kata Allah dalam surat al-Ashr. Allah juga  melalui sumpahnya yang lain dengan menggunakan satuan waktu yang lebih beragam. misalnya, walfajri, demi waktu fajar (al-Fajr:1), wadhdhuha, demi waktu dhuha (Adh-Dhuha:1), wallaili, demi waktu malam (asy-Syams:3), wannahari, demi waktu siang (asy-Syams: 4).
Allah menciptakan waktu dengan maksud dan tujuan tertentu. Waktu siang untuk mencari penghidupan dan waktu malam untuk beristrahat. Waktu siang terdiri dari pagi, siang dan sore hari. Jika waktu dimamfaatkan sebagaimana mestinya maka akan mendatangkan hasil yang memuaskan.
Sesungguhnya di balik perhatian Allah terhadap waktu terdapat pesan penting buat manusia, yaitu agar mereka juga memperhatikan dan mempergunakan waktu sebagaimana mestinya yakni dengan beribadah secara total dan ikhlas kepada-Nya. Tentu saja untuk bisa memperlakukan waktu dengan semestinya itu harus ada pemahaman yang benar tentang keberadaan dan hakikatnya bagi kehidupan manusia.
                 Adanya waktu yang digunakan untuk belajar matematika di dalam kelas telah diatur oleh sekolah dalam bentuk jadwal pelajaran matematika.Karena belajar matematika meliputi observasi, analogi dan manipulasi simbol-simbol untuk memahami konsep-konsep sehingga terjadi pengertian, maka jelaslah bahwa untuk belajar matematika memerlukan waktu yang cukup banyak. Dr. I. G. Ngurah agung mengemukakan bahwa banyaknya waktu yang digunakan untuk belajar matematika akan meningkatkan efektivitas proses belajar matematika yang terjadi di dalam diri setiap murid. (Arsyad, : 14)
                  Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, waktu pelaksanaan proses belajar mengajar tersebut juga berperan dan mempengaruhi proses belajar siswa. Dengan demikian, penggunaan waktu yang tepat dapat memaksimalkan keterlibatan siswa dalam PBM.Menurut Sujanto bahwa pelajaran yang berat (membutuhkan konsentrasi tinggi) sebaiknya diberikan pada pagi hari dan yang ringan diberikan pada sesudah anak payah (siang hari). (Sujanto; 2006 : 94) Waktu yang tepat bagi siswa adalah waktu dimana siswa merasa siap untuk belajar dan memiliki semangat yang kuat untuk mengikuti pelajaran PBM yang dilaksanakan pagi hari cenderung berdampak baik pada motivasi dan semangat siswa dibandingkan PBM pada siang hari.
                 Keseimbangan antara waktu pembelajaran dengan materi pelajaran juga saling berpengaruh.Idealnya, materi pelajaran matematika yang tinggi harus disampaikan dengan waktu yang lebih lama dibandingkan materi yang mudah. Hal ini dilakukan agar terdapat keseimbangan dengan proses belajar siswa. Siswa jadi memiliki cukup waktu untuk memahami materi yang disampaikan guru dan menjadikannya lebih terlibat karena alokasi waktu yang disiapkan untuk proses pembelajaran sesuai tingkat kemampuan mereka.
                 Berdasarkan uraian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan waktu yang dialokasikan dalam bentuk jam-jam pelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran adalah proses pembelajaran yang ideal, yang akan menciptakan proses pembelajaran yang optimal, sehingga hasil belajar yang optimal akan dicapai lebih baik.
15.  Pelajaran Awal dan waktu Dhuha
                 Waktu belajar  matematika dapat terjadi pagi hari, siang , sore dan malam hari. Jika ada siswa yang terpaksa belajar, hasilnya kurang dapat dipertanggungjawabkan. Mnururt Slameto “ siswa yang belajar dipagi hari , pikiran masih segar, jasmani dalam kondisi yang baik. Jika siswa bersekolah pada waktu kondisi badannya sudah lelah/lemah, misalnya pada siang hari, akan mengalami kesulitan di dalam menerima plajaran.(Slamto : 68)

1.                                                                                          
16.       Jam Pelajaran Akhir  dan waktu  Istirahat

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلاةِ الْعِشَاءِ ثَلاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
                        Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya. (Itulah) tiga 'aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(Q.S. An Nur : 58)

Ayat di atas berbicara tentang sopan santun pergaulan , agar hendaklah mereka semua meminta izin kepada kamu pada tiga kali yakni tiga waktu dalam satu hari. Mnurut M. Quraish Shihab “ Ketiga waktu itu yaitu : yang pertama sebelum sholat subuh, karena ketika itu adalah waktu bangun tidur di mana pakaian sehari-hari belum dipakai. Yang kedua, ketika kamu menanggalkan pakaian luar kamu di tengah hari karena akan berbaring atau beristrahat dan yang ketiga, adalah sesudah shalat isya’ sampai sepanjang malam karena ketika itu kamu sudah beriap tidur atau sedang tertidur (M. Quraish Shihab : 395)

            Jika seseorang belajar secara maksimal dari pagi hari maka dia  membutuhkan istriahat pada siang harinya (jam pelajaran akhir) Akibatnya siswa yang belajar pada jam pelajaran akhir (siang hari) hasilnya tidak optimal  dibandingkan dengan siswa yang belajar pada pagi hari (jam pelajaran awal)
.   Berdasarkan uraian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan waktu yang dialokasikan dalam bentuk jam-jam pelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran adalah proses pembelajaran yang ideal, yang akan menciptakan proses pembelajaran yang optimal, sehingga hasil belajar yang optimal akan dicapai lebih baik.
           
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar