1.
Pengaruh Waktu Terhadap Prestasi Belajar Matematik
2.
a) Ketepatan waktu
3.
b) Banyanya waktu (lama)
4.
Waktu
adalah kehidupan. Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan kehidupan. Begitu
pentingnya waktu, sampai Allah bersumpah dengan waktu. Wal `ashr, demi masa,
kata Allah dalam surat al-Ashr. Allah juga melalui sumpahnya yang lain dengan menggunakan
satuan waktu yang lebih beragam. misalnya, walfajri, demi waktu fajar
(al-Fajr:1), wadhdhuha, demi waktu dhuha (Adh-Dhuha:1), wallaili, demi waktu
malam (asy-Syams:3), wannahari, demi waktu siang (asy-Syams: 4).
Allah menciptakan
waktu dengan maksud dan tujuan tertentu. Waktu siang untuk mencari penghidupan
dan waktu malam untuk beristrahat. Waktu siang terdiri dari pagi, siang dan
sore hari. Jika waktu dimamfaatkan sebagaimana mestinya maka akan mendatangkan
hasil yang memuaskan.
Sesungguhnya di balik perhatian Allah terhadap
waktu terdapat pesan penting buat manusia, yaitu agar mereka juga memperhatikan
dan mempergunakan waktu sebagaimana mestinya yakni dengan beribadah secara
total dan ikhlas kepada-Nya. Tentu saja untuk bisa memperlakukan waktu dengan
semestinya itu harus ada pemahaman yang benar tentang keberadaan dan hakikatnya
bagi kehidupan manusia.
Adanya waktu yang digunakan
untuk belajar matematika di dalam kelas telah diatur oleh sekolah dalam bentuk
jadwal pelajaran matematika.Karena belajar matematika meliputi observasi,
analogi dan manipulasi simbol-simbol untuk memahami konsep-konsep sehingga
terjadi pengertian, maka jelaslah bahwa untuk belajar matematika memerlukan
waktu yang cukup banyak. Dr. I. G. Ngurah agung mengemukakan bahwa banyaknya
waktu yang digunakan untuk belajar matematika akan meningkatkan efektivitas
proses belajar matematika yang terjadi di dalam diri setiap murid. (Arsyad, :
14)
Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar,
waktu pelaksanaan proses belajar mengajar tersebut juga berperan dan
mempengaruhi proses belajar siswa. Dengan demikian, penggunaan waktu yang tepat
dapat memaksimalkan keterlibatan siswa dalam PBM.Menurut Sujanto bahwa
pelajaran yang berat (membutuhkan konsentrasi tinggi) sebaiknya diberikan pada
pagi hari dan yang ringan diberikan pada sesudah anak payah (siang hari).
(Sujanto; 2006 : 94) Waktu yang tepat bagi siswa adalah waktu dimana siswa
merasa siap untuk belajar dan memiliki semangat yang kuat untuk mengikuti
pelajaran PBM yang dilaksanakan pagi hari cenderung berdampak baik pada
motivasi dan semangat siswa dibandingkan PBM pada siang hari.
Keseimbangan antara waktu
pembelajaran dengan materi pelajaran juga saling berpengaruh.Idealnya, materi
pelajaran matematika yang tinggi harus disampaikan dengan waktu yang lebih lama
dibandingkan materi yang mudah. Hal ini dilakukan agar terdapat keseimbangan
dengan proses belajar siswa. Siswa jadi memiliki cukup waktu untuk memahami
materi yang disampaikan guru dan menjadikannya lebih terlibat karena alokasi
waktu yang disiapkan untuk proses pembelajaran sesuai tingkat kemampuan mereka.
Berdasarkan
uraian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan waktu yang
dialokasikan dalam bentuk jam-jam pelajaran yang sesuai dengan materi
pembelajaran adalah proses pembelajaran yang ideal, yang akan menciptakan
proses pembelajaran yang optimal, sehingga hasil belajar yang optimal akan
dicapai lebih baik.
15. Pelajaran
Awal dan waktu Dhuha
Waktu belajar matematika dapat terjadi pagi hari, siang ,
sore dan malam hari. Jika ada siswa yang terpaksa belajar, hasilnya kurang
dapat dipertanggungjawabkan. Mnururt Slameto “ siswa yang belajar dipagi hari ,
pikiran masih segar, jasmani dalam kondisi yang baik. Jika siswa bersekolah
pada waktu kondisi badannya sudah lelah/lemah, misalnya pada siang hari, akan
mengalami kesulitan di dalam menerima plajaran.(Slamto : 68)
1.
16. Jam
Pelajaran Akhir dan waktu Istirahat
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا
الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ
تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلاةِ الْعِشَاءِ ثَلاثُ
عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ
طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ
لَكُمُ الآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Artinya:
Hai
orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu
miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada
kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu
menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya.
(Itulah) tiga 'aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas
mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada
keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan
ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(Q.S. An Nur
: 58)
Ayat di
atas berbicara tentang sopan santun pergaulan , agar hendaklah mereka semua
meminta izin kepada kamu pada tiga kali yakni tiga waktu dalam satu hari.
Mnurut M. Quraish Shihab “ Ketiga waktu itu yaitu : yang pertama sebelum sholat
subuh, karena ketika itu adalah waktu bangun tidur di mana pakaian sehari-hari
belum dipakai. Yang kedua, ketika kamu menanggalkan pakaian luar kamu di tengah
hari karena akan berbaring atau beristrahat dan yang ketiga, adalah sesudah
shalat isya’ sampai sepanjang malam karena ketika itu kamu sudah beriap tidur
atau sedang tertidur (M. Quraish Shihab : 395)
Jika seseorang belajar secara
maksimal dari pagi hari maka dia membutuhkan
istriahat pada siang harinya (jam pelajaran akhir) Akibatnya siswa yang belajar
pada jam pelajaran akhir (siang hari) hasilnya tidak optimal dibandingkan dengan siswa yang belajar pada
pagi hari (jam pelajaran awal)
. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa penggunaan waktu yang dialokasikan dalam bentuk
jam-jam pelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran adalah proses
pembelajaran yang ideal, yang akan menciptakan proses pembelajaran yang
optimal, sehingga hasil belajar yang optimal akan dicapai lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar